Tampilkan postingan dengan label mabuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mabuk. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Cara mengatasi mabuk perjalanan dan tips mabuk berkendara yang efektif

- 0 komentar
Cara mengatasi mabuk perjalanan dan tips mabuk berkendara yang efektif. Bagi anda yang melakukan mudik baik via darat, laut ataupun udara, mungkin tips Cara mengatasi mabuk perjalanan saat berkendara ini bisa memberikan manfaat bagi anda. Bagi sebagian orang memang mabuk perjalanan sepertinya mustahil untuk bisa dihindarkan, terlebih lagi bagi anda yang melakukan perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan pribadi, bus ataupun kereta yang meski berada sekian lama di dalam kendaraan, pastinya selain jenuh rasa mual pada perut juga menjadi salah satu pemicu utama mabuk perjalanan.

Nah, berikut ini adalah tips-tips jitu agar anda bisa terhindar dari mabuk kendaraan sehingga perjalanan anda menjadi nyaman:
  • Sebelum berangkat, usahakan anda dalam kondisi yang prima dan sehat. Kondisi tubuh yang prima akan membuat stamina anda tetap terjaga dengan baik sehingga badan tidak cepat menjadi lelah.
  • Makan dan minumlah yang cukup sebelum melakukan perjalanan agar anda terhindar dari masuk angin. Masuk angin dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Perut kembung akan menjadi rentan untuk mual yang dapat menyebabkan mabuk perjalanan.
  • Jangan terlalu fokus dengan apa yang anda rasakan, misalnya guncangan-guncangan atau rasa jenuh yang melanda saat berada di dalam kendaraan. Sibukkan diri anda dan usahakan untuk menatap pandangan ke arah luar kendaraan dan menikmati pemandangan sekitar agar tubuh anda menjadi lebih rileks dan santai.
  • Belilah tissue basah, minyak angin ataupun wangi-wangian yang beraroma menyegarkan, seperti aroma buah atau mint sehingga apabila anda mencium aroma yang bisa menyebabkan mual saat diperjalanan (saat melintas di pasar, pantai, atau lain sebagainya) anda bisa menggunakannya agar perut tidak menjadi mual. 
  • Pastikan sirkulasi udara segar yang membawa oksigen dalam kendaraan (mis: AC) tetap lancar. Salah satu penyebab sakit kepala atau rasa lelah berlebihan adalah tidak lancarnya sirkulasi udara segar yang dapat mengganggu asupan udara segar ke otak.
  • Anda juga bisa menghisap permen pereda mual beraroma jahe atau pepermint. Kedua aroma ini bisa menangkal masuk angin serta kepala pening saat berkendara.
  • Saat mengkonsumsi makanan di dalam kendaraan, hindari makanan yang banyak bersifat asam, berminyak serta mengandung lemak. Ketiga jenis makanan tersebut bisa memacu rasa mual atau sakit pada perut. Makanlah makanan yang mengandung banyak energi serta protein yang diperlukan oleh tubuh untuk proses pemulihan stamina. 
  • Konsumsi obat anti mabuk perjalanan terlebih dahulu sebelum anda berkendara. 
  • Jika rasa mual tak tertahankan lagi, segera menepi dan muntahkan. Biasanya perut akan terasa lebih baik setelah muntah. Jangan langsung kembali ke dalam kendaraan, ambilah sedikit waktu untuk refreshing atau mengambil udara segar di luar sambil menggerak-gerakan badan agar rasa pegal dan kaku pada badan hilang.
  • Sebagai efek relaksasi, anda juga bisa memutar musik yang anda sukai, menonton TV atau menggunakan media internet sebagai salah satu bentuk aktifitas yang bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan. Dan tempatkanlah posisi duduk anda dengan nyaman.
  • Jangan lupa menyempatkan diri anda untuk beristirahat jika anda menempuh perjalanan yang jauh. Usahakan beristirahat (rest area) dengan interval waktu yang kurang lebih sama agar badan anda tetap terjaga kesegarannya.
Demikianlah beberapa tips dan cara mengatasi mabuk perjalanan dan berkendara yang paling efektif yang bisa saya share pada kesempatan kali ini. Sebagai pelengkap di penghujung artikel ini, saya selaku admin dari blog spektrumdunia.blogspot.com mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah / 2012 M. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin,

Cara mengatasi mabuk perjalanan dan tips mabuk berkendara yang efektif - spektrumdunia.blogspot.com

Selamat mudik dan semoga selamat sampai di tempat tujuan.


ditulis oleh: Tri Haryadi dari beberapa sumber di internet dan berdasarkan pengalaman pribadi.
[Continue reading...]

Jumat, 27 Desember 2013

Mabuk ketika memandu Diplomat Arab Saudi langgar mati warga Iran

- 0 komentar
Rabu, 20/03/2013 

PressTV
Teheran - Kementerian Luar Negeri Iran sedang menelusuri kemalangan maut yang melibatkan diplomat Arab Saudi di Teheran dan menyebabkan kematian seorang warga Iran. Disebut-sebut, sang diplomat sedang dalam keadaan mabuk ketika kecelakaan terjadi.

"Kementerian Luar Negeri dengan segera menindaklanjuti isu tersebut melalui jaringan diplomatik dan yudikatif, setelah mendapat informasi (tentang kecelakaan) dan telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan," ujar juru cakap Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, seperti dilansir PressTV, Rabu (20/3/2013).

Menurut Mehmanparast, sang diplomat yang tidak disebut namanya tersebut telah melanggar banyak peraturan yang berlaku di Iran. Diplomat itu memandu kereta dalam kecepatan tinggi yang melebihi batas keselamatan dan juga memandu ketika mabuk.

Iran telah mengajukan nota protes kepada Kedutaan Saudi di Teheran atas insiden tersebut dan memprotes kelakuan salah satu diplomatnya yang dinilai tidak pantas.

Kecelakaan ini terjadi pada Isnin (18/3) waktu setempat di salah satu ruas jalan di wilayah timur laut Teheran. Sang diplomat Saudi yang memandu kereta ketika mabuk melanggar  sebuah kereta yang dipandukan seorang warga Iran. Dia kemudian kabur.

Insiden ini menewaskan warga Iran tersebut dan melukai seorang warga lainnya yang sedang melintas berjalan kaki di dekat lokasi kejadian. Hasil penyelidikan polis  setempat menemukan 4 botol minuman keras di dalam kereta sang diplomat Saudi. Penyelidikan polis  masih berlanjut.

Tidak dijelaskan lebih lanjut keberadaan sang diplomat Saudi ini, namun nampaknya dia telah dalam penahanan polis setempat. Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran belum berkomentar mengenai insiden ini. detikNews
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Asdaq Blog - Posts · Comments
Powered by Blogger